About | HeinOnline Law Journal Library | HeinOnline Law Journal Library | HeinOnline



17 Jurnal HAM 1 (2026)

handle is hein.journals/jnlham17 and id is 1 raw text is: 



Ju 4i  I  , I 1 i I
  Volume  17 Nomor 1, April 2026


                  DOI: http://dx.doi.org/10.30641/ham.2026.17.1-20
                          Karya ini dipublikasikan di bawah lisensi:
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License


Protecting   Indigenous Women: Feminist Legal Critique on the Enforcement of CEDAW in
Kawin   Tangkap Cases in Central Sumba
Perlindungan   terhadap  Perempuan   Adat:  Kritik Hukum Feminis terhadap Penegakan CEDAW dalam
Kasus  Kawin  Tangkap   di Sumba  Tengah


Sherly  Aprilia,?  Arief  Setiawan
Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Brawijaya, Indonesia


ABSTRACT: This article  is based on research examining the implementation of CEDAW
in Indonesia in overcoming the practice of kawin tangkap as discrimination against women
in Central Sumba.I The research aims to analyze the implementation of CEDAW in Central
Sumba, particularly in the aspect of law enforcement regarding cases of kawin tangkap. It
examines  why the implementation of CEDAW has not   been  effective in overcoming
gender-based  violence manifested in kawin  tangkap practices in Central Sumba.
Qualitative explanative research design was employed, utilizing case study approach in
2014-2025. The research involved participatory observation in Central Sumba. Data were
collected through interviews with survivors, activists of NGOs, government, law
enforcement officers, and literature review. Despite Indonesia's ratification of CEDAW
in 1984, cases of kawin tangkap continue to persist. The ratification has not -yielded
significant impacts, especially in terms of law enforcement, as evidenced in the absence
of any officially reported cases that are successfully prosecuted. Feminist legal theory is
applied to critically examine the limitations of CEDAW as a framework of positive law in
ensuring the effective protection and respect of women's rights through law enforcement
mechanisms. By  integrating the concept of intersectionality and Johan Galtung's theory
of violence, this analysis shows how overlapping social identities can perpetuate-
especially those shaped by cultural and structural factors-can produce conditions that
justify violation practices of kawin tangkap. The researcher suggests the need for
alignment in understanding kawin tangkap as a form of discrimination and violence
against women by all parties, accompanied by consistent and impartial law enforcement.

ABSTRAK:   Artikel ini didasarkan pada penel/itian yang mengkaji implementasi CEDAW
di Indonesia dalam  mengatasi praktik kawin  tangkap sebagai  bentuk diskriminas/i
terhadap perempun   di §umba  Tengah.  Penelit/ia ini bertufmn untuk mengnal/sis
implementusi  Ill' di Sumba Tenga,h. khususnya <alam aspek penegakan hukum
terkait kasus kawin tmgkap.  Penel/tian ini mengeksplorasi mengapa  implementasi
CEDAW b).  elum   efektif <dalam  mengatasi  kekerasan   berbasis  gend/er yang
termni/estas/ikan dalam praktik kawin tangkap cdi Sumha Tengah. Penlekatam penelitian
kualitatif eksplanati/ dligunakan. dlengan metodce simi kasus pada periocle 2014-2025.
Penel/tian ini melibatkan observasi part/sipati/ di Sumba Tengah. D)ata dlikumpulkan
melalui wawancara  lengan penyintas. aktiv/s 1.5\1. pemerintah. petgas penegak hukum,
dan tinjauan pustaka. .\leskipun Incdonesia telah meratilkas/i (CED).A 1l' pacda tahun 194,.
kasus kawin tangkap  tetap herlanjut. Ratillkasi tersebt belun menghasilkan dampak
yang signikan. terutama dalam hal penegakan hukum. scehagaimana terlihat dari ti(ak
aclanya kasus yang clilaporkan secara /ormal dlan herhasil cliproses secara hukum. Teori
hukum  ferinis digunakan untuk mengkaji secara kritis tentang keterhatasan CEDA).IlW
scehagai kerungka hukum positi/ dalam memastikan perlinclungan dlan penghormatan hak-
haklperempuan  melalui mekan/sme penegakan hukum. Dengan mengintegrasikan konsep
interseksionalitas dlan teori kekerasan oleh Johan (Gahung,. penelitian ini menmnjukkan
bagaimana  /dientitas sos/al saling tumpang t/nclih  khususnya yang terbentuk karena
faktor bulaya <dan struktural clapat menciptakan konlsi yang menjustilikasi praktik
pelanggaran  kaw/in  tangkap. Peneliti merekomenclusikan  perlunya  penyelarasan


Keywords:
CEDAW;
Central Sumba;
feminist legal theory;
gender discrimination;
kawin tangkap;

Kata Kunci:
CEDA  W;
Sumba  Tengah;
teori hukumfeminis;
diskriminasi gender;
kawin tangkap;



Received/Diterima:
08-07-2025
Revised/Diperbaiki:
05-11-2025
Accepted/Disetujui:
12-11-2025

How  to cite:
Aprilia,  Sherly, Arief
Setiawan.    Protecting
Indigenous     Women:
Feminist Legal  Critique
on  the Enforcement  of
CEDAW       in   Kawin
Tangkap Cases in Central
Sumba.   Jurnal HAM.
Vol.  17  No.  1, April
2026,     1-20.   DOI.
10.30641/ham.
2026.17.1-20.


1